
Kotawaringin News, Polres Lamadau – Kepolisian Resor (Polres) Lamandau, Polda Kalteng Menggelar simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) di Ruas Jalan Bukit Hibul Barat, Kota Nanga Bulik, Lamandau, Kalteng, Selasa (22/9/2020) pagi, dalam mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas saat Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.
Skenario simulasi yang terdiri dari, Pengamanan Kampanye salah satu pasangan calon di Gedung Pertemuan, Pengamanan Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan Unjuk Rasa pada saat Rapat Pleno di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamandau, lantaran tidak puas dengan hasil pleno yang telah digelar.
Saat unjuk rasa, Tim pengamanan yang terdiri dari TNI-Polri dibantu dari Satpol PP dan Dishub Lamandau melakukan upaya persuasif pada awal saat massa hendak menerobos masuk ke Kantor KPU Lamandau.
Namun kondisi di lapangan semakin meningkat, massa mulai anarkis dengan melakukan pembakaran ban serta melakukan pelemparan ke arah personel dalmas yang sedang berjaga, Polisi terpaksa mengambil tindakan menyemprotkan air dari mobil Armoured Water Canon hingga Tim PHH Bermotor Dari Brimobda Polda Kalteng namun massa semakin brutal dan tidak dapat dikendalikan.
Bahkan, massa tersebut menjarah toko-toko serta berusaha menyerang petugas, Tim Anti Anarkis terpaksa memberikan tembakan peringatan namun tidak ada yang menghiraukan, dan situasi semakin parah, beberapa orang yang berusaha melawan pun terpaksa dilumpuhkan dan diamankan.
Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun H.P., S.I.K., M.H menyampaikan, tujuan kegiatan agar seluruh personel pengamanan mengerti dan memahami bagaimana cara mengatasi situasi terburuk dalam tahapan pemilu. Karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam hal pengamanan Pemilu.
“Dalam Simulasi yang kita laksanakan tergambar tindakan kepolisian dalam menjaga kamtibmas di setiap tahapan pilkada,” tandasnya. (dbm/den/K3)








