
Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo. (Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan — Keselamatan pelajar mulai menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan. Menyusul naiknya status karhutla menjadi tanggap darurat, DPRD Seruyan membuka kemungkinan penyesuaian kegiatan belajar mengajar, termasuk opsi meliburkan sekolah untuk sementara.
Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengatakan, wacana tersebut akan dibahas bersama pemerintah daerah dan dinas teknis. Namun, peliburan sekolah tidak serta-merta diberlakukan karena harus mempertimbangkan kondisi di setiap wilayah.
Menurut Zuli, tingkat paparan asap, kualitas udara, serta kondisi lingkungan sekitar sekolah menjadi sejumlah faktor yang perlu dikaji sebelum keputusan diambil.
“Ini masih wacana dan akan kita koordinasikan terlebih dahulu dengan dinas terkait. Kita harus melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap anak-anak sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, aspek kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi pertimbangan utama. Di sisi lain, proses pendidikan juga tidak boleh diabaikan sehingga diperlukan kebijakan yang benar-benar berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Karena itu, DPRD Seruyan akan mendorong pembahasan bersama instansi terkait untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar masih aman dilaksanakan atau membutuhkan penyesuaian.
“Yang paling utama adalah keselamatan anak-anak. Tetapi bagaimana pendidikan tetap berjalan, itu juga harus kita pikirkan bersama,” kata Zuli.
Naiknya status karhutla menjadi tanggap darurat membuat langkah perlindungan masyarakat menjadi bagian penting dari penanganan bencana. Dampak asap tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi memengaruhi kegiatan belajar mengajar apabila kualitas udara memburuk.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi untuk meliburkan sekolah di Kabupaten Seruyan. DPRD bersama pemerintah daerah masih melakukan koordinasi dan kajian sebelum menentukan kebijakan.
Jika kondisi lapangan dinilai tidak aman bagi pelajar, opsi perubahan pola pembelajaran maupun peliburan sementara dapat menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan. (Ys/K2)





