
Kepala BPBD Seruyan, Agus Supriadi. (Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan – Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sinergitas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.
Kepala BPBD Seruyan, Agus Supriadi menjelaskan, sinergitas tersebut merupakan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi atau menindak secara dini potensi karhutla.
“Pada tahun 2025, kami juga telah menandatangani MoU bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur terkait pencegahan maupun penindakan bencana. Selain itu, saat ini kami juga memulai sinergitas dengan OPD teknis di wilayah kita,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Terkait adanya titik panas (hotspot), per bulan Januari 2026 ada 19 titik yang tersebar di 10 kecamatan di Bumi Gawi Hatantiring. Namun, hal tersebut belum tidak dapat dikategorikan sebagai titik panas, karena terlalu kecil dan sudah ditanggulangi.
“Saya berharap, Kabupaten Seruyan tercinta ini aman dari karhutla. Untuk mencapai itu semua, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat. Di sini, peran masyarakat juga penting. Seperti, jangan membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di wilayah-wilayah yang rentan.” (Ys/K2)







