Bertemu Wamen LHK RI dan DPR RI, Nenek Rudam : Puji Tuhan PT SML Masih Terima Saya Kerja

banner 468x60

Kotawaringin News, Lamandau – Saat berkunjung ke kabupaten Lamandau, rombongan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Alue Dohong, dan anggota Komisi IV DPR RI sejatinya punya agenda untuk mengunjungi desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Rabu 9 September 2020 kemarin. Namun rencana itu batal karena jalan Negara tepatnya saat memasuki wilayah Desa Karang Taba, Kecamatan Lamandau, sulit ditembus karena jalan raya tergenang akibat luapan air sungai. Praktis waktu itu rombonganpun langsung putar arah untuk kembali ke Nanga Bulik.

Setibanya di Desa Penopa, iring-iringan rombongan wamen yang diampingi Bupati dan Sekda Lamandau itupun berhenti. Kala itu wamen dan rombongan langsung turun dari mobil untuk melihat langsung kondisi banjir yang juga telah merendam beberapa rumah warga termasuk menyisir daerah bantaran sungai Lamandau. Rombongan Wamen LHK yang juga membawa ratusan paket sembako kemudian meminta warga berkumpul agar paket sembako dapat dibagikan.

banner 336x280

Wamen Alue Dohong juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa warga Desa Penopa yang notabene sudah cukup sepuh. Sesekali wamen kelahiran asli Kalteng itu juga meminta agar warga berbicara dengan bahasa khas penopa atau dayak Tomun Lamandau.

“Ibu asli sini ya, coba bicara pakai bahasa Dayak sini, Dayak Tomun, saya mau dengar,” katanya sambil gurau. Sontak seorang nenek bernama Rudam itu menjawab dengan bahasa dan logat Dayak Tomun secara lancar. Dia menceritaan bahwa dirinya dan warga lainnya sedang berburu ikan di tengah genangan air sungai yang melauap hingga ke perkampungan.

Nenek Rudam yang mengaku berusia 70 tahun lebih itu juga ditanya oleh Wamen tentang kesehariannya. “Ibu ini sehari-harinya masih kerja atau di rumah saja?” tanya Wamen. “Saya masih kerja pak, di SML (PT Sawit Mandiri Lestari), saya nebas (bagian perawatan),” kata Rudam menjawab. Wamen Alue Dohong tampak kaget. “Iya pak, soalnya di sini hanya perusahaan itu yang masih nerima pekerja yang sudah tua. Kalau perusahaan lain kan sudah gak mau terima, tapi puji tuhan PT SML masih terima saya kerja, meski umur sudah 70 lebih tapi (fisik) saya masih kuat,” sambung Rudam.

Nenek Rudam juga menunjuk Bapak tua yang saat itu ada di sampingnya bernama Enjon. Enjon yang berusia 55 tahun juga ternyata sama-sama satu profesi. “Ni, dia juga sama kerja di SML pak, sama-sama nebas,” ujarnya.

“Iya pak, saya masih kerja juga. Saya juga bersyukur masih dipakai (dibolehkan kerja) oleh SML. Kalau di perusahaan lain kan umur segini sudah gak boleh. Tapi di SML masih bisa, mungkin mereka kasihan sama kami masyarakat sini, jadi sampai sekarang saya masih ada pendapatan lah,” ujar Enjon menjelaskan.

Kala itu Wamen yang juga didampingi anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng, Bambang Purwanto, juga berharap agar masyarakat desa Penopa tetap menjaga kesehatan seraya berharap agar banjir yang melanda wilayah Penopa dan sekitarnya segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Wamen dan rombongan juga membagikan paket sembako berisi gula, minyak goreng, mie instan dan benerapa jenis makanan lainnya. (H/BH/K2)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *